A boss/manager is not a leader. Seorang bos/manager memang berbeda dengan seorang pemimpin. Dikatakan oleh Prof. W.G. Bennis bahwa Leaders are people who do the right thing but managers are people who do things right. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan seorang pemimpin dan kepemimpinan yang baik? Dan, apa pengaruhnya terhadap tata kelola pemerintahan?

Good Leadership

Kepemimpinan merupakan isu yang kompleks dan dapat diasumsikan dalam berbagai arti. Dalam konteks pengembangan wilayah, kepemimpinan tidak hanya dilihat sebagai suatu obyek dan posisi strategis, namun lebih kepada peran dan aksi secara kolaboratif. Didefinisikan oleh Parkinson (1990) dalam Stimson (2009), kepemimpinan adalah kapasitas untuk menciptakan mekanisme dan aliansi yang kuat dan stabil untuk mengembangkan perekonomian wilayah baik dalam skala mikro maupun makro.

Elemen penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut Stimpson (2009) adalah adanya kolaborasi, kepercayaan, pembagian kekuasaan, fleksibilitas dan jiwa kewirausahaan. Jadi, kepemimpinan dalam pengembangan wilayah bukanlah merupakan hubungan hierarkial, melainkan lebih sebagai hubungan kolaborasi antara aktor kelembagaan yang meliputi sektor pemerintah, swasta dan masyarakat. Kolaborasi tersebut didasari oleh rasa saling percaya dan kemauan bekerjasama. Seorang pemimpin juga harus memiliki jiwa entrepreunership, yang berarti selalu ingin adanya perubahan, mampu berinovasi dan berpikir kreatif, sehingga mampu mengembangkan kemampuan kompetitif wilayahnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Good Governance

Konsep good governance atau tata kelola pemerintahan pertama kali diperkenalkan oleh UNDP, munculnya konsep ini disebabkan oleh tidak adanya akuntabilitas dan transparansi pemerintah. Governance berbeda dengan government yang berarti pemerintah. Government hanyalah satu bagian dari governance, bila pemerintah adalah sebuah infrastruktur, maka governance juga bicara tentang suprastrukturnya. Menurut World Bank, good governance merupakan suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dana investasi dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif, menjalankan disiplin anggaran serta menciptakan legal dan political framework bagi tumbuhnya aktivitas usaha.

Prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah adanya transparansi, partisipasi dan akuntabilitas. Jadi, good governance tidak hanya sebatas pengelolaan lembaga pemerintahan, namun juga lembaga non pemerintah. Good governance dapat terwujud apabila unsur negara dan masyarakat madani (civil society) termasuk sektor swasta saling teritegrasi. Syarat terciptanya good governance meliputi partisipatoris, penegakan hukum, transparansi, responsiveness, konsensus, persamaan hak, efektivitas dan akuntabilitas.

Lalu, bagaimana keterkaitan kepemimpinan yang baik untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik?

Good Leadership for Good Governance

Dalam model teori pengembangan wilayah, Stimson (1990) dikemukakan bahwa salah satu variabel utama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, transparan dan akuntabel adalah good leadership. Selain tiga variabel lainnya, yaitu kelembagaan yang efektif, karakteristik kewirausahaan serta  sumber daya yang mendukung.

Bagaimana daya saing suatu wilayah dapat meningkat? Apabila secara internal tata kelola pemerintahan wilayah tersebut sudah baik, dan keempat variabel tersebut saling terkait dan terintegrasi untuk meningkatkan competitive region.

Kepemimpinan yang visioner dan proaktif sangat dibutuhkan untuk meng-elaborasi dan mengkolaborasi berbagai kelembagaan, baik pemerintah dan non pemerintah supaya mampu beradaptasi terhadap perubahan struktur, proses dan infrastruktur ekonomi wilayah. Kepemimpinan yang baik merupakan katalis untuk mendorong perubahan adaptif.

Kepemimpinan dalam institusi sangat berpengaruh dan berpotensi membuat perubahan untuk mewujudkan kelembagaan yang efektif, serta mampu meningkatkan kinerja lembaga. Dengan adanya kepemimpinan yang baik dan lembaga yang efektif, maka akan mampu memfasilitasi kewirausahaan lebih inovatif dan kreatif dengan melihat situasi pasar dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif untuk pembangunan berkelanjutan. Kepemimpinan merupakan karakter dasar yang ada di suatu lembaga, sedangkan lembaga itu sendiri kemudian berperan untuk menarik sektor swasta berinvestasi di wilayahnya, memfasilitasi terbentuknya jejaring dan kolaborasi yang menguntungkan, serta membangun infrastruktur yang mendukung pegembangan strategi dan pengimplementasiannya.

Sumber daya yang dimiliki oleh suatu wilayah dapat menjadi comparative advantage. Bagaimana potensi sumber daya itu digunakan untuk peningkatan daya saing maupun tidak, tergantung kepada kapasitas pemimpinnya dalam bertindak dan menggunakan sumber daya tersebut untuk pembangunan secara berkelanjutan. Pada perkembangan teori pengembangan wilayah kontemporer (Stough, 1998), dikatakan bahwa local effort juga berperan bagi terwujudnya good governance dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Kepemimpinan yang baik akan mampu mengintegrasikan seluruh komponen, baik kelembagaan, kewirausahaan, potensi sumberdaya serta karakteristik masyarakat lokal. Good leadership akan mewujudkan good governance yang pada akhirnya mampu meningkatkan pengembangan ekonomi regional secara berkelanjutan dan kompetitif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

three × three =