Sanitasi merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan layanan yang terkait dengan pengentasan kemiskinan, yang selanjutnya telah dilakukan pengembangan kebijakan, perencanaan serta penganggaran. Kegiatan pembangunan sektor sanitasi di Indonesia saat ini telah menjadi usaha bersama yang terkoordinir pada semua tingkatan pemerintah, organisasi berbasis masyarakat, LSM, dan sektor swasta.

Tantangan sanitasi yang dihadapi terkait dengan masalah air minum, higiene dan sanitasi masih sangat besar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu terobosan di sektor sanitasi. Terobosan tersebut adalah melalui suatu strategi dan program pembangunan yang komprehensif, terintegrasi, jangka panjang, dan melibatkan berbagai pihak. Strategi ini juga harus diikuti oleh komitmen dan kerja keras semua pihak, baik di bidang pendanaan, penguatan kelembagaan & SDM, penegakan peraturan, pemilihan opsi teknologi sanitasi yang tepat, dan peningkatan partisipasi dunia usaha dan masyarakat.

Kondisi sanitasi di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Buruknya sanitasi di daerah perdesaan dan perkotaan membawa pengaruh buruk Bagi kesehatan dan masyarakat miskin merasakan dampak yang terbesar. Pembangunan Sanitasi di Indonesia telah ditetapkan dalam misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMPN) tahun 2005–2025 Pemerintah Indonesia. Berbagai langkah dan implementasi terhadap implementasi Program Nasional tersebut telah pula ditetapkan pada Rencana Pembangunan Nasional Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2010-2014 yang difokuskan pada suatu Road Map atau Peta Jalan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman 2010 -2014.

Sebagai bagian dari pembangunan sanitasi Nasional, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Belitung perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam Program Nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman tersebut. Dengan melakukan penyusunan Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

4 × four =