H.AS Hanandjoedin mungkin terdengar asing oleh warga luar pulau Belitung, tetapi tidak bagi warga pulau Belitung. Namanya dijadikan nama Bandara di Pulau Belitung yaitu Bandara H.AS Hanandjoedin yang merupakan pintu masuk bagi setiap masyarakat maupun wisatawan yang hendak ke Pulau Belitung.

H.Ahmad Sanusi  Hanandjoedin atau yang dikenal H.AS Hanandjoedin lahir pada tanggal 5 Agustus 1910 di Tanjung Tikar, Kecamatan Badau merupakan salah satu tokoh Belitung dan tokoh Angkatan Udara Republik Indonesia, sekaligus pernah menjadi Bupati Belitung periode tahun 1967 – 1972. Dengan berbekal pendidikan teknik yang didapat dari Sekolah Rakyat di Tanjungpandan dan Ambacht School di Manggar serta pengalaman dibidang teknik penerbangan, maka melalui pertempuran di Pangkalan Bugis Malang, H.AS Hanandjoedin beserta para pemuda berhasil merebut dang menguasai lapangan udara berikut 70 pesawat terbang Jepang. Pesawat tersebut diperbaiki dan disumbangkan kepada sekolah Penerbang Jogjakarta dan pesawat inilah yang menjadi Alutsista pertama sekaligus modal awal berdirinya TRI Angkatan Oedara tahun 1946.

Berkat catatan prestasi yang telah diukir H.AS Hanandjoedin, serta sifatnya yang bersahaja dan merakyat telah meninggalkan kenangan tersendiri bagi masyarakat Belitung, perlu ada pemikiran usulan H.AS Hanandjoedin untuk menjadi Pahlawan Nasional. Kabupaten Belitung dan Belitung Timur bekerjasama menyelenggarakan Seminar Nasional Pengusulan H.AS Hanandjoedin sebagai Pahlawan Nasional dari Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada acara tersebut hadir 4 Narasumber, yaitu Prof.Dr. Nana Supriatna, M.Ed (Guru Besar Pasca Sarjana, UPI Bandung), Kolonel Drs. Sudarno (Wakil Kepala Pusat Sejarah TNI), Arif Nahari (Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial, Ditjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI) dan Ir. Eddy Jajang (Universitas Bangka Belitung). Serta dihadiri oleh Wakil .Bupati Belitung, Asisten III Setda Kabupaten Belitung Timur, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Belitung Timur, jajaran Forkominda, SKPD, para Camat, Kades dan Guru. Dalam Seminar Nasional tersebut perlu ada satu pemikiran dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten, Forkominda dan Kementerian Sosial mengenai strategi pengusulan H.AS Hanandjoedin dan memperhatikan tahapan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan nasional.

Tata cara pengusulan pahlawan nasional dimulai dari tingkat bawah yaitu masyarakat. Kemudian dilanjutkan rekomendasi dari Bupati yang diajukan oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tingkat Kabupaten. Tahapan selanjutnya di tingkat Provinsi, Gubernur memberikan rekomendasi atas usulan TP2GD tingkat provinsi. Dilanjutkan ke tingkat Pusat yaitu Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial atau Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial (K2KRS) yang diusulkan oleh TP2GD Pusat. Tahap terakhir melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan RI memutuskan dan Presiden akan memberikan gelar Pahlawan Nasional

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 × 4 =