Setiap langkah menuju perubahan dibuat, bahkan sampai setelah perubahan ada, dipastikan akan selalu muncul yang namanya tantangan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang bersifat positif. Kata positif dapat diartikan bermacam-macam walau akan mengerucut pada satu kata : kemajuan.

Tidak ada satupun orang yang berharap menjalani hidup dengan langkah mundur. Tidak ada pedagang yang mengharapkan laba yang diperoleh hari ini lebih sedikit dari kemarin. Tidak ada perusahaan yang ingin merugi. Bagi seorang atlet, berlari di tempat sama dengan kalah sebelum bertanding. Dan bagi seorang Pegawai Negeri Sipil, perubahan atau kata lainnya ‘mutasi’ adalah suatu hal yang harus dijalani meski tidak begitu diharapkan apalagi bila sudah kerasan di tempat sekarang.

Perubahan pasti terjadi pada setiap aspek kehidupan (manusia, perusahaan, bangsa, negara, alam dll). Karena bersifat eksak alias pasti, tidak bisa dihindari dan ditolak, maka perubahan harus dihadapi, disikapi dan diantisipasi dengan bijak. Hal yang pasti dalam menghadapi perubahan adalah meyakini bahwa setiap perubahan yang tejadi akan berdampak positif sekaligus negatif terhadap tatanan yang ada, baik sistem, proses, individu maupun kelompok.

Salah satu dari tujuh kebiasaan manusia paling efektif menurut Stephen R. Covey adalah memulai segala sesuatu dari gambaran akhirnya alias punya visi. Visi sangat berhubungan dengan perubahan karena visi mencerminkan tindakan dan tantangan untuk membuat suatu perubahan yang lebih baik di masa depan. Dengan visi yang jelas, maka rasa takut akan perubahan dan ketidakpastian akan dapat dihadapi  dengan efektif.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah saat ini sedang berbenah dan selalu berbenah di segala bidang dan berbagai sektor menuju perubahan yang lebih baik sebagaimana terdeskripsikan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Pembangunan tidak melulu berpusat pada kawasan perkotaan, tapi juga merambah daerah pedalaman, pesisir, perbatasan sampai daerah tertinggal. Pembangunan pula harus mencakup segala sektor dengan diikuti oleh langkah antisipasi terhadap berbagai tantangan yang akan muncul.

Contoh : Dalam pembangunan bidang kelautan dan kemaritiman, pemerintah akan selalu dihadapkan pada tantangan  antara lain perubahan iklim gobal, ancaman bencana pangan global, konflik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam, degradasi ekosistem sampai maraknya illegal fishingunreportedunregulated (UU Fishing).

Indonesia saat ini tengah menghadapi tiga tantangan besar, yaitu  :

  1. Tingkat perubahan masyarakat yang sangat cepat dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi. Kecepatan ini bergerak menurut deret ukur, sedangkan perubahan birokrasi menurut deret hitung;
  2. Globalisasi yang semakin masif dan komprehensif, apalagi tahun 2016 ini sudah diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
  3. Sumber daya alam yang semakin terbatas karena pemanfaatannya yang tidak terkontrol.

Perubahan akan membawa resiko dan ketidakpastian, yang jika tidak dikelola dengan baik, akan berakibat fatal bagi organisasi/ unit kerja/ lembaga bahkan mungkin menjadi kehancuran bagi organisasi / unit kerja/ lembaga tersebut.

Tapi perubahan juga terkadang membawa tantangan yang tanpanya maka kehidupan akan menjadi monoton, rutinitas yang dilakukan terasa membosankan sampai seolah kita hanya berjalan di tempat dan berulang-ulang.

Perubahan mungkin dapat memunculkan peluang bisnis baru, harapan baru, keyakinan baru bahkan kesadaran dan semangat baru seolah menjadi manusia yang terlahir kembali.

Perubahan terkadang pula membawa ancaman baru yang bertindak sebagai stimulus untuk proses perbaikan.

Proses perubahan mungkin akan digunakan oleh perusahaan untuk menyingkirkan keadaan bisnis saat ini menuju tingkatan bisnis yang lebih tinggi. Proses perubahan juga memungkinkan organisasi meninggalkan beberapa nilai budaya negatif, beberapa cara atau metode pengelolaan yang sudah usang dll.

Proses perubahan dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi, dengan menciptakan keinginan dan dukungan dalam proses perubahan. Dan proses perubahan dapat menyebabkan lebih banyak kepuasan melalui peningkatan kompetensi, misalnya peningkatan kualitas tenaga kerja terampil di sektor industri.

Perubahan yang satu akan diikuti oleh perubahan yang lain. Saat strategi, kebijakan dan situasi berubah, bukan tidak mungkin suatu organisasi akan memutuskan untuk dirombak, baik secara struktur, teknologi maupun personil. Setiap perubahan yang terjadi dalam organisasi akan memiliki dampak yang besar bagi organisasi itu sendiri. Tentunya perubahan itu diharapkan mampu memberi dampak positif yang akhirnya akan membuat organisasi berjalan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, mari hadapi setiap perubahan dengan bijak dan buatlah inovasi dan kreatifitas positif dalam menyikapi perubahan yang terjadi. Dengan kata lain, jadilah visioner untuk melakukan perubahan dalam perspektif jangka panjang.

Semangat … !!!

(ci2ningsih-dari berbagai sumber)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 × two =